1. Memperjelas data dasar dan konversi satuan
Untuk menghitung biaya udara bertekanan, pertama-tama perlu mengonversi konsumsi udara peralatan ke dalam satuan perhitungan yang seragam. Diketahui bahwa konsumsi udara peralatan adalah 350 liter/menit (L/min)。
- Konsumsi gas per menit: 350 L/min = 0,35 meter kubik/menit (m³/min)。
- Konsumsi gas per jam: 0.35 m³/min × 60 menit = 21 meter kubik/jam (m³/h)。
Ini berarti bahwa perangkat tersebut, dalam kondisi operasi terus-menerus pada beban penuh, mengonsumsi 21 meter kubik udara terkompresi per jam.
2. Menghitung biaya pembuatan udara terkompresi per meter kubik
Biaya udara bertekanan terutama berasal dari energi listrik yang dikonsumsi oleh kompresor udara saat beroperasi. Untuk menghitung biaya konsumsi gas peralatan, terlebih dahulu harus ditentukan biaya listrik total per meter kubik udara bertekanan.
Rumus perhitungannya adalah:Biaya pembuatan gas per meter kubik = Daya masukan kompresor udara (kW) ÷ Kapasitas produksi gas sebenarnya dari kompresor udara (m³/min) × 60 ÷ tarif listrik (yuan/kWh).
Dalam skenario industri nyata, karena tingkat efisiensi energi yang berbeda pada kompresor udara menghasilkan efisiensi produksi udara yang berbeda pula, perusahaan dapat menghitung konsumsi listrik aktual untuk setiap 1 meter kubik udara terkompresi berdasarkan parameter pada pelat nama kompresor atau data meteran listrik saat operasi. Dengan menggabungkan tarif listrik industri setempat, maka dapat ditentukan biaya produksi dasar per meter kubik udara terkompresi.
3. Biaya konsumsi gas langsung pada peralatan komputasi
Setelah mengetahui biaya per meter kubik udara terkompresi, maka dapat dihitung biaya konsumsi udara langsung dari peralatan tersebut.
Biaya konsumsi gas langsung per jam = Konsumsi gas per jam peralatan (m³/h) × Biaya per meter kubik udara terkompresi (yuan/ m³).
Dengan mengambil konsumsi gas per jam sebesar 21 meter kubik sebagai contoh, cukup kalikan biaya komprehensif per meter kubik udara terkompresi yang telah diketahui dengan angka 21 untuk memperoleh biaya langsung penggunaan udara terkompresi per jam dari peralatan tersebut. Selanjutnya, kalikan hasil tersebut dengan rata-rata jam operasional harian peralatan dan rata-rata hari kerja bulanan, sehingga diperoleh biaya energi langsung per bulan atau per tahun.
4. Evaluasi Biaya Tersembunyi dan Ruang Optimalisasi
Selain biaya listrik langsung, total biaya kepemilikan sistem udara bertekanan juga mencakup berbagai biaya tersembunyi lainnya. Saat melakukan perhitungan biaya secara menyeluruh, disarankan untuk memasukkan faktor-faktor berikut ke dalam pertimbangan:
- Kerugian kebocoran jaringan pipa: Kebocoran udara bertekanan selama proses pengiriman dapat menyebabkan volume produksi gas yang sebenarnya lebih besar daripada jumlah pemakaian aktual peralatan; biaya listrik yang hilang akibat kebocoran tersebut harus dibebankan kepada peralatan yang menggunakan gas.
- Penyusutan dan pemeliharaan peralatan: Biaya pembelian dan penyusutan kompresor udara, penggantian pelumas, penggantian elemen filter serta biaya pemeliharaan berkala.
- Kerugian penurunan tekanan: Kerugian tekanan akibat desain pipa yang tidak tepat akan membuat kompresor udara harus beroperasi pada tekanan yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan konsumsi energi tambahan.
Dengan membangun model perhitungan komprehensif yang mencakup biaya listrik langsung serta kerugian tidak langsung, perusahaan dapat menilai biaya operasional sebenarnya dari peralatan pneumatik dengan lebih akurat, sekaligus menyediakan dasar data yang andal untuk langkah-langkah efisiensi energi dan optimalisasi jaringan pipa di masa mendatang.
Belum ada komentar, selamat datang untuk mengambil sofa ~