Latar belakang terkait kapasitas produksi udara kompresor udara 8 kg dengan daya 15 kW, serta perbandingan konsumsi energi antara kompresor berfrekuensi tetap dan kompresor inverter. Perhitungan kapasitas produksi udara yang sebenarnya pada kompresor dapat dibagi menjadi tiga metode: estimasi teoretis, koreksi kondisi operasi, dan pengukuran langsung, sebagai berikut: 1. Estimasi cepat berdasarkan pengalaman Algoritma sederhana yang umum digunakan di industri: kapasitas produksi udara sebenarnya ≈ daya terpasang kompresor ÷ 6; setiap 1 kW daya kira-kira setara dengan 0. 16~0.17m³ /produksi gas per menit, misalnya kompresor udara 15 kW diperkirakan memiliki laju produksi sekitar 2. 5m³/min, hanya digunakan untuk prediksi awal dengan tingkat akurasi yang rendah.
2. Perhitungan koreksi kondisi operasi
Berdasarkan kapasitas produksi gas tertera pada papan nama, dilakukan penambahan koreksi berdasarkan parameter lingkungan:
Koreksi suhu: setiap kenaikan suhu udara masuk sebesar 5℃, kapasitas produksi gas akan menurun sebesar 1%~ 2%, dikoreksi dengan rumus Kt=273,15/(273,15+t), di mana t adalah suhu udara masuk Koreksi ketinggian: di daerah dataran tinggi, dihitung dengan V₂=V₁×R₁/R₂, di mana R adalah rasio kompresi; untuk setiap kenaikan ketinggian 300 meter, produksi gas menurun sekitar 3% Koreksi tekanan: untuk setiap kenaikan tekanan buang sebesar 1 bar, produksi gas akan mengalami penurunan kecil sekitar 2%~ 3%
3. Metode pengukuran standar
Metode uji pengisian udara pada tangki penyimpanan gas yang sesuai dengan standar ISO 1217:
Catat volume total V dari tangki penyimpanan gas beserta pipa-pipa penghubung (m³)
Tutup katup pasokan gas ke luar, naikkan tekanan dalam tangki dari P₁ menjadi P₂, catat waktu yang diperlukan T (dalam detik)
Masukkan ke dalam rumus: laju produksi gas aktual C = V (P₂-P₁)×60/(T× Pa), Pa adalah tekanan atmosfer setempat (pada permukaan laut diambil 0. 1MPa), dapat diperoleh laju aliran udara bebas aktual yang akurat.