Kompresor udara tidak hanya memiliki satu jenis penggerak; namun, di pabrik, bengkel, dan situasi perawatan, yang umum ditemukan adalah kompresor udara berpenggerak listrik. Mengenai apakah memerlukan pelumas atau tidak, hal itu sangat bergantung pada bentuk konstruksi kompresor serta metode pelumasan yang digunakan; oleh karena itu, tidak dapat dijawab secara sederhana dengan “semua memerlukan oli” atau “semua tidak memerlukan oli”.
Apakah kompresor udara umumnya digerakkan oleh listrik?
Sebagian besar kompresor udara stasioner menggunakan motor listrik sebagai sumber tenaga, yang menggerakkan poros engkol, rotor sekrup, atau mekanisme kompresi lainnya. Penggerak listrik memiliki keunggulan berupa kemudahan penyambungan, operasi yang stabil, serta cocok untuk pekerjaan berkelanjutan, sehingga penerapannya sangat luas.
Pada saat yang sama, terdapat pula cara penggerak lainnya:
- Penggerak diesel:Sering ditemukan pada situasi konstruksi di luar ruangan, penyediaan gas bergerak, dan kondisi lainnya yang tidak memungkinkan untuk menyambungkan listrik.
- Penggerak bensin:Sering digunakan pada perangkat bergerak berukuran kecil atau dalam situasi penggunaan gas sementara.
- Bentuk tenaga lainnya:Beberapa kondisi kerja khusus menggunakan konfigurasi tenaga yang berbeda, namun tingkat penyebarannya masih kalah dibandingkan penggerak listrik.
Oleh karena itu, kompresor udara dapat digerakkan oleh listrik, tetapi hal itu tidak berarti bahwa semua kompresor udara hanya dapat menggunakan tenaga listrik.
Apakah kompresor udara itu sendiri memerlukan pelumas?
Apakah perlu menggunakan pelumas tergantung pada jenis sistem pelumasan yang digunakan oleh peralatan tersebut.
Jenis kompresor udara yang membutuhkan oli
Beberapa kompresor udara memerlukan pelumas dalam ruang kompresi untuk berfungsi; pelumas berperan sebagai pelumas, penyegel, pendingin, serta peredam kebisingan. Contoh yang umum adalah kompresor ulir dengan pelumasan injeksi minyak dan sebagian kompresor piston. Peralatan jenis ini biasanya memerlukan pemeriksaan tingkat oli secara berkala, penggantian pelumas, serta komponen pemisah oli.
Jenis yang tidak memerlukan penambahan oli di ruang kompresi
Kompresor udara bebas oli umumnya merujuk pada kompresor yang tidak menambahkan pelumas di dalam ruang kompresi, sehingga proses pemampatan gas terhindar dari kontak langsung dengan minyak. Kompresor ini dapat menggunakan bahan berpelumas sendiri, pelumasan dengan air, atau metode isolasi lainnya. Namun, istilah “bebas oli” tidak berarti seluruh mesin sama sekali tidak memerlukan pelumasan; bagian-bagian transmisi seperti bantalan dan roda gigi tetap mungkin memerlukan gemuk pelumas atau sistem pelumasan terpisah.
Bagaimana cara menentukan apakah sebuah kompresor udara perlu menggunakan oli?
- Periksa persyaratan pelumasan pada plat nama peralatan dan dalam buku petunjuk.
- Perhatikan apakah terdapat kaca penunjuk level oli, lubang pengisian oli, lubang pembuangan oli, atau komponen saringan oli.
- Pastikan apakah pada sisi penggunaan gas terdapat persyaratan terkait kandungan minyak; misalnya, dalam aplikasi seperti industri makanan, farmasi, dan elektronika, udara bebas minyak atau berminyak rendah umumnya lebih diutamakan.
- Saat melakukan pemeliharaan, jangan mencampurkan pelumas dengan spesifikasi yang berbeda; laksanakan sesuai dengan persyaratan peralatan.
Perbedaan peran listrik dan oli dalam kompresor udara
Singkatnya, listrik umumnya menyediakan tenaga penggerak, sementara oli dapat berfungsi sebagai pelumas, penyegel, dan pendingin. Kompresor udara bertenaga listrik pun mungkin memerlukan pelumas; sedangkan kompresor udara bebas oli juga tetap memerlukan perawatan rutin pada motor serta komponen transmisi. Dalam menilai kondisi, pemahaman tentang “cara penggerak” dan “cara pelumasan” sebaiknya dipisahkan.
Belum ada komentar, selamat datang untuk mengambil sofa ~