Penilaian utama: Pertama-tama, perhatikan kecepatan putaran terukur dari mesin utama.
Pemilihan motor dengan putaran tertentu untuk kompresor udara tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan kategori “kompresor udara” semata, melainkan harus memperhatikan kecepatan putar nominal yang diizinkan oleh mesin utama kompresor, jenis transmisi, serta jumlah kutub motor. Kecepatan putar motor harus sesuai dengan spesifikasi mesin utama; jika tidak, hal tersebut dapat memengaruhi kapasitas aliran udara, tekanan, tingkat kebisingan, kenaikan suhu, serta umur pakai peralatan.
Tingkat kecepatan putaran motor yang umum
Pada kondisi suplai daya listrik frekuensi konvensional, kecepatan sinkron motor asinkron umumnya berkaitan dengan jumlah kutub; kecepatan putar nominal sebenarnya akan sedikit lebih rendah daripada kecepatan sinkron:
- Motor 2 kutub:Pengertian umum tentang 2800~3000 r/min, umumnya digunakan pada peralatan kecil yang memerlukan putaran tinggi atau pada konstruksi sambungan langsung.
- Motor 4 kutub:Pengertian umum tentang 1400~1500 r/min, merupakan salah satu tingkat kecepatan putaran yang cukup umum dalam perlengkapan kompresor udara.
- Motor 6 kutub:Pengertian umum tentang 900~1000 r/min, biasanya digunakan pada aplikasi yang memiliki persyaratan khusus terkait kecepatan putaran, tingkat kebisingan, dan stabilitas beban.
Jika menggunakan transmisi sabuk, putaran motor tidak sama dengan putaran mesin utama; pada kenyataannya, putaran mesin utama juga dipengaruhi oleh rasio diameter puli.
Mengapa tidak cukup hanya bertanya “berapa putaran”?
- Struktur host berbeda:Kompresor jenis sekrup, piston, dan spiral memiliki rentang adaptasi terhadap kecepatan putar yang berbeda.
- Metode transmisi berbeda:Koneksi langsung, transmisi dengan kopling, dan transmisi sabuk memiliki persyaratan kecepatan putar motor yang berbeda.
- Kondisi kerja berbeda:Volume buang, tekanan, waktu operasi berkelanjutan, serta suhu lingkungan semuanya akan memengaruhi hasil pencocokan.
- Aplikasi inverter berbeda:Kecepatan putaran motor pada kompresor udara inverter dapat berubah dalam rentang tertentu, sehingga tidak dapat dinilai secara sederhana berdasarkan kecepatan putaran tetap.
Bagaimana cara memastikan kecepatan putaran motor kompresor udara?
- Periksa kecepatan putar nominal, jumlah kutub, daya, dan frekuensi pada pelat nama motor.
- Lihat rentang kecepatan putar yang diizinkan pada pelat nama atau dokumen teknis kompresor.
- Pastikan jenis penggerak: sambungan langsung, kopling, atau rasio kecepatan katrol.
- Berdasarkan persyaratan sistem kontrol, tentukan apakah diperlukan pengoperasian dengan frekuensi tetap, frekuensi variabel, atau start lunak.
Rekomendasi pemilihan model
Saat mengganti atau melengkapi motor kompresor udara, disarankan untuk lebih dahulu mempertahankan daya, jumlah kutub, metode pemasangan, tingkat perlindungan, serta tingkat isolasi yang sesuai dengan desain asli. Jika parameter tersebut tidak dapat dipastikan, harap sediakan pelat nama peralatan, struktur transmisi, tekanan operasional, dan kebutuhan aliran buang; kemudian serahkan pemilihan kepada pabrikan peralatan atau teknisi profesional, guna menghindari pengadaan hanya berdasarkan “kecepatan putaran” semata.
Belum ada komentar, selamat datang untuk mengambil sofa ~